Sudah 4 tahun, kok masih cadel

Tanya:

Yth. Ibu Elga,

Bagaimana cara membantu anak yang bicaranya masih tidak jelas dan sering cadel sehingga susah dipahami? Anak saya usianya hampir 4 tahun kalau bicara masih cadel. Suara r jadi l dan banyak suara konsonan seperti b, k, s yang masih pakai suara konsonan t. Karena bicara yang tidak jelas guru dan teman-temannya jadi susah memahami dia. Orang-orang di rumah saja yang mengerti maksudnya. Terimakasih.

Ibu Tanti di Terban

Jawaban:

Yth Ibu Tanti,
Beberapa anak bisa berbicara dengan jelas sebelum usia 2 tahun. Sementara, anak-anak yang lain baru bisa berbicara dengan jelas ketika memasuki usia TK. Perbedaan ini antara lain bergantung pada kelenturan dan kemampuan anak untuk mengontrol otot-otot lidah dan bibir.

Selain itu, ada beberapa penyebab mengapa anak masih bicara dengan artikulasi yang tidak jelas. Salah satunya adalah faktor lingkungan. Orang-orang dewasa di sekitar anak justru sering menjadi penyebab dan penguat cara bicara anak yang cadel. Hal ini karena menurut orang dewasa bicara cadel atau menggunakan bahasa bayi terdengar lucu.

Sementara, anak akan mengekspresikan bahasa lisan sesuai apa yang didengar. Jadi, coba dilihat kembali apakah orang-orang dewasa di rumah turut berperan membuat anak bicara tidak sebagaimana mestinya.

Diharapkan mereka bisa merespons bicara anak yang masih tidak jelas dengan artikulasi yang sesungguhnya, sehingga anak mendapatkan model yang benar. Dukungan dari lingkungan yang positif juga sangat penting agar anak justru tidak malu atau tertekan, mis: hindari meminta anak untuk mengulang-ulang kata yang salah artikulasi.

Dorong anak untuk tetap bisa berbicara dengan bebas dan terus modelkan artikulasi yang benar. Jika ibu yakin lingkungan bukan menjadi penyebab, maka kemungkinan lainnya adalah masalah pada pendengaran atau organ bicara anak.

Untuk mengetahui hal ini dibutuhkan pengamatan dan diagnosa dari ahli. Tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan sejak dini. Hal ini sangat membantu anak tidak hanya dalam masalah bahasa tapi juga kemampuan belajarnya kelak dan utamanya konsep diri si anak.

Salam, Elga Andriana

Harian Jogja, 7 Februari 2010

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *