Mudah Nangis saat Kalah Bersaing dengan Teman

Yth. Bu Elga,

Saya punya anak laki-laki saat ini duduk di kelas 3 SD. Yang jadi permasalahan saat ini dia mudah menangis saat merasa kalah dari teman-temannya. Contoh kalah yang saya maksud misalnya nilainya lebih jelek dari temannya atau hasil karyanya kurang bagus dibanding milik temannya menurut dia. Hal ini tidak hanya terjadi di sekolah tapi juga di beberapa kegiatan les yang dia ikuti.

Anaknya memang terbiasa menjadi juara kelas di sekolahnya. Bagaimana caranya bu supaya ia tidak mudah jatuh mentalnya?

Terimakasih.

Ibu Aries di Kotagede

Yth. Bu Aries,

Di tahapan usia dini akhir (8 tahun) anak masih mengembangkan konsep diri. Beragam cara bisa kita usahakan agar anak mengembangkan konsep diri yang positif, terutama cara-cara yang sifatnya apresiatif.

Anak perlu diajak untuk terbang agar anak tumbuh bat di banyak kegiatan yang membutuhlan kerja sama di sekolah dengan teman dan kerjasama di amah dengan anggota keluarga yang lain.

Orang lain yang dimaksud bisa saja atlit, juara, penemu, tokoh di buku, dll.

Anggota keluarga juga perlu banyak mengapresiasi hal-hal positif dari si anak yang tidak selalu bersifat akademik. Harapannya anak akan membentuk konsep diri yang lebih positif dan lebih terbuka pada hal-hal lain selain prestasi akademik. Misalnya saja kesedian untuk membantu, bersabar, mengalah atau sekedar menikmati suatu karya seni atau hobi lainnya dengan hati senang.

Intinya, anak adalah manusia utuh yang memiliki kebutuhan intelektual dan psikologis. Keduanya perlu mendapat pendampingan dan stimulasi secara seimbang agar anak tumbuh jadi anak yang bahagia dan menghargai dirinya.

Salam,

Elga Andriana

Harian Jogja, 18 Januari 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *