Kok Malas ke Sekolah

Tanya:

Anak saya perempuan, usianya 7 tahun. Belakangan ini dia agak malas berangkat ke sekolah, katanya takut dengan bu guru. Apa yang sebaiknya saya lakukan?

Bapak Danu, Sleman

Jawab:

Bapak Dhanu yang baik, satu hal yang perlu disyukuri, setidaknya puteri bapak bisa menceritakan apa yang ia rasakan yang membuatnya enggan ke sekolah. Yang perlu diperhatikan adalah, apakah yang diungkapkan buah hati bapak adalah hal yang sebenarnya (gurunya memang galak) atau hanya sekadar alasan saja untuk menutupi alasan sebenarnya misalnya kesulitan dengan pelajaran atau ada masalah dengan teman, atau ada hal lain.

Oleh karena itu, akan lebih baik apabila Bapak melakukan observasi langsung ke sekolah, untuk mengetahui bagaimana respon atau tindakan guru terhadap murid-muridnya di kelas.

Betulkah sang guru bisa dikategorikan ‘galak’ dengan indikasi misalnya membentak anak, bersikap sinis terhadap anak yang tidak bisa mengerjakan, bicara terlalu keras, melotot, atau bahkan melakukan hukuman fisik. Jika Bapak menemukan hal tersebut, segeralah berdialog dengan pihak sekolah atau komite sekolah untuk membantu memberikan masukan kepada sang guru.

Nah Pak Dhanu, apabila bapak tidak menemukan tindakan-tindakan yang tidak tepat dari sang guru, bapak bisa berkomunikasi langsung dengan guru tersebut. Bapak bisa menyampaikan bahwa puteri bapak merasa takut terhadap ibu guru, kira-kira apa ya sebabnya? Dengan demikian bisa dibicarakan bersama apa yang akan diupayakan supaya puteri bapak tidak lagi mempersepsikan bahwa gurunya galak.

Supaya komunikasi bapak dengan guru lebih efektif, sebaiknya bapak berdialog terlebih dahulu dengan puteri bapak. Apa yang tidak ia sukai dari sekolah, sehingga ia segan berangkat ke sekolah. Terkait dengan ibu guru, perlu ditanyakan juga apa yang ia sukai dan tidak sukai dari ibu guru.

Karena ini menyangkut persepsi anak, dalam berdialog ingatlah untuk selalu menghormati cara anak mengungkapkan perasaannya. Misalnya anak mengatakan, “Aku takut dengan bu guru.”

Tidak perlu dikoreksi dengan, “Jangan takut, bu guru nggak galak kok.” Tapi beri respon dengan mengatakan, “Oh ya? Apa yang membuatmu takut dengan bu guru?”.

Dengan demikian bisa diketahui mungkin ada sikap guru yang membuatnya merasa tidak nyaman. Hal ini bisa disampaikan saat berkomunikasi dengan anak. Setelah berdialog dengan anak, mungkin saja nanti akan ditemukan penyebab mengapa anak enggan ke sekolah. Apapun itu perlu disikapi dengan bijak, karena saat ini puteri bapak membutuhkan bapak untuk membantu mencari solusi untuk masalahnya. Demikian Pak Dhanu semoga bermanfaat.

Diasuh oleh:

Hasanah Safriyani

Direktur ECCD-RC

Harian Jogja, 30 Mei 2010

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *