Rewel saat Masuk Sekolah Lagi

Oleh: Demitha B.
Kepala Sekolah Lab School ECCD-RC

“Aduh … adek itu gimana sih? Kemarin-kemarin sudah nggak rewel masuk sekolah. Sekarang kok rewel lagi? Ibu kan harus segera masuk kerja. Nanti telat nih!”

Gambaran di atas boleh jadi sedang atau sudah orang tua alami. Saat anak masuk sekolah lagi, merupakan saat yang berat bagi orang tua karena anak kemungkinan rewel saat masuk sekolah.

Masa sulit ini bisa dimulai sejak bangun pagi, seperti sulit dibangunkan, tidak mau mandi dan sarapan, mencari-cari alasan agar tidak berangkat, sampai di sekolah menangis, ngambek, dan tidak mau ditinggal.

Sebenarnya, ada apa dengan anak-anak? Kenapa, ya, mereka sering begitu? Mereka kan sudah kenal dengan tempat dan orang-orang yang ada di sekolah. Kenapa masih rewel? Mungkin pertanyaan-pertanyaan inilah yang muncul di benak orang tua melihat gambaran di atas.

Orang tua atau orang dewasa kadangkala tidak dapat memahami hal-hal seperti ini. Kalau kita cermati, kejadian atau gambaran tersebut merupakan suatu proses penyesuaian diri yang dilakukan oleh anak. Anak melakukan penyesuaian diri pada lingkungannya, yaitu sekolah. Sekolah tetap menjadi lingkungan yang baru lagi, meskipun sebelumnya anak sudah enjoy di sekolah.

Ketika libur, anak terbiasa atau menyesuaikan diri dengan situasi, kebiasaan, dan aturan saat libur. Situasi, kebiasaan, dan aturan di rumah saat libur biasanya berbeda dengan saat sekolah. Saat libur, kemungkinan anak boleh tidur lebih larut, bangun lebih siang, boleh menonton TV lebih lama, tidak perlu menyiapkan pakaian untuk esok hari, dan sebagainya.

Sementara itu, saat hari masuk sekolah, kemungkinan anak harus tidur lebih cepat, bangun lebih pagi, waktu menonton TV lebih pendek, harus segera sarapan, sudah menyiapkan perlengkapan untuk esok hari sejak malam, harus mengerjakan PR (jika sekolah sudah memberi PR), dan sebagainya.

Tiba di sekolah, anak juga mungkin sekali menemukan hal baru yang menuntut anak melakukan penyesuaian diri. Boleh jadi teman sekolah mengalami perubahan, guru kurang menyambut dengan hangat dan personal karena banyaknya anak yang didampingi, terjadi perubahan dekorasi sekolah dan ruang, dan sebagainya.

Perubahan-perubahan yang terjadi di rumah maupun di sekolah inilah yang dapat menyebabkan anak rewel lagi ketika masuk sekolah.

Lantas, apa yang dapat orang tua lakukan untuk mencegah rewel saat anak masuk sekolah lagi? Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan orang dewasa.

  1. Persiapkan anak jauh-jauh hari sebelum masuk sekolah.

Penyesuaian diri sudah dimulai sejak anak menyadari bahwa ia akan segera masuk sekolah lagi. Jika kesadaran akan masuk sekolah lagi sudah ia dapatkan jauh hari sebelumnya, ia akan menyesuaikan diri sejak jauh hari.

Jika ia baru menyadari akan masuk sekolah lagi pada malam sebelum hari masuk, ia baru melakukan penyesuaian diri pada malam hari itu. Mulailah membicarakan berbagai topik terkait sekolah, seperti guru, kegiatan bertemu teman lagi, rencana ketika bertemu teman dan guru, dan sebagainya.

  1. Buat kesepakatan yang diperlukan bersama anak.

Contohnya, kesepakatan mengenai jadwal tidur, bermain, menonton TV, dan sebagainya.

  1. Orang tua ikut menunjukkan semangat untuk masuk sekolah lagi.
  2. Guru menerima anak secara hangat dan personal.
  3. Tanyakan atau minta anak bercerita mengenai berbagai hal terkait pengalamannya di sekolah setelah pulang.

Selain melakukan beberapa hal di atas, orang tua perlu menyadari bahwa anak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Orang tua perlu mendampingi anak untuk menyesuaikan diri.

Luangkan waktu sedikit lebih lama di sekolah ketika mengantar anak. Jika orang tua bekerja di kantor, usahakan meminta izin untuk kemungkinan datang terlambat. Hal ini perlu mengingat kemampuan tiap anak untuk menyesuaikan diri berbeda-beda. Ada anak yang cepat, ada pula yang lebih lambat menyesuaikan diri.

Usahakan tidak memaksa-maksa anak untuk segera menyesuaikan diri karena akibatnya anak dapat stres dan proses penyesuaian diri menjadi lebih lama dan sulit.

Keberhasilan anak dalam menyesuaikan diri sangat berguna untuk kehidupannya. Di masa yang akan datang, anak akan hidup mandiri. Ia akan menemukan berbagai hal yang berbeda, yang membutuhkan kemampuan menyesuaikan diri.

Inilah pentingnya orang tua mendampingi anak untuk menemukan cara-cara menyesuaikan diri yang tepat bagi anak.

Selamat mendampingi anak!

Harian Jogja, 18 Januari 2009

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *