GEDSI pada PAUD

Pendidikan Anak Usia Dini adalah fondasi pertama bagi anak untuk mengenal dunia. Di ruang kelas PAUD, anak-anak belajar bukan hanya tentang huruf, angka, tetapi juga tentang bagaimana mereka memandang diri sendiri dan orang lain. Di sinilah prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) menjadi sangat penting. GEDSI bukan sekadar jargon, melainkan sebuah pendekatan yang menekankan bahwa setiap anak, tanpa memandang jenis kelamin, kondisi fisik, maupun latar belakang sosial, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan diterima.

III Konsep besar GEDSI

Kesetaraan gender di PAUD berarti anak laki-laki dan perempuan diperlakukan dengan adil, tanpa dibatasi oleh stereotip. Anak perempuan tidak harus selalu bermain boneka, dan anak laki-laki tidak harus selalu bermain mobil-mobilan. Mereka bebas memilih kegiatan yang permainan sesuai minatnya. Kita sebagai guru punya peran untuk menciptakan suasana yang mendukung, dengan cara memberikan kesempatan yang sama dan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Dengan begitu, sejak dini anak-anak belajar bahwa perbedaan gender bukanlah penghalang untuk berpartisipasi.

Selain itu, konsep GEDSI juga menekankan pentingnya menghargai anak dengan disabilitas. PAUD seharusnya menjadi ruang aman di mana anak dengan kebutuhan khusus merasa diterima dan dihargai. Kehadiran mereka bukanlah sesuatu yang “berbeda” dalam arti negatif, melainkan bagian dari keberagaman yang memperkaya pengalaman belajar bersama. Guru dapat menyediakan alat bantu sederhana, menyesuaikan metode pembelajaran, dan mengajak teman sebaya untuk memahami bahwa setiap anak memiliki cara unik dalam belajar.

Inklusi sosial juga menjadi aspek penting dalam GEDSI. Anak-anak datang dari latar belakang budaya, bahasa, dan ekonomi yang beragam. PAUD yang ramah inklusi akan memastikan bahwa semua anak merasa diterima, tanpa ada yang merasa tersisih. Lagu, cerita, dan permainan yang diambil dari berbagai budaya lokal dapat menjadi sarana untuk mengenalkan keberagaman. Anak-anak belajar bahwa perbedaan bahasa, pakaian, atau kebiasaan bukanlah alasan untuk menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mengenal dan menghargai. Menanamkan GEDSI sejak usia dini berarti menyiapkan generasi yang menghargai keberagaman. Anak-anak akan menjadi individu yang terbuka, tidak mudah menghakimi, dan mampu bekerja sama dengan siapa pun tanpa membedakan. Kami percaya, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini akan membawa nilai-nilai tersebut ke masa depan menjadi generasi yang menghargai sesama.

Bernadheta Fridayanti

Unit Litbang ECCD-RC

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *