Aduuh… Si kecil ogah mandi…..

Dimuat di Harian Jogja

Hasanah Safriyani, Psi

Seorang ayah mengeluh karena anaknya sulit sekali diminta mandi. Setiap pagi selalu harus “berperang” dengan anak untuk membuatnya mau segera mandi dan tidak terlambat ke sekolah. Meskipun tidak semua anak sulit mandi, tapi keengganan mandi anak menjadi problema tersendiri bagi orang tua. Sebetulnya sepenting apakah mandi itu?

Apa pentingnya mandi?

  • Mandi memiliki peranan penting dalam perkembangan anak, terutama dalam hal: Kesehatan. Ini merupakan manfaat yang paling tampak. Dengan mandi badan menjadi bersih dan anak terhindar dari berbagai penyakit, dan menjaga kesehatan misalnya kesehatan gigi dan mulut, kesehatan kulit, telinga, dsb.
  • Bantu diri. Banyak sekali keterampilan-keterampilan kecil yang bisa dilakukan anak sebelum, saat dan sesudah mandi. Misalnya membuka baju sendiri, mengambil dan meletakkan peralatan mandi, dll. Orang tua bisa memberikan bantuan seminimal mungkin sehingga anak mengembangkan kemampuan bantu dirinya.
  • Kedisiplinan. Waktu mandi merupakan hal pertama dalam kedisiplinan yang dapat kita kenalkan pada anak. Waktu mandi yang disepakati bersama dan selalu dilakukan pada waktu yang sama akan membangun kemampuan mengelola waktu dan kegiatan.
  • Kesempatan belajar Sains. Banyak sekali aktivitas sains yang dapat dilakukan sambil mandi. Gelembung sabun, mengapung dan tenggelam, informasi tentang masuknya penyakit ke tubuh, dapat dilakukan sambil mandi. Sehingga sambil mandi anak juga bisa belajar.

Mengapa anak tidak mau mandi?

Anak enggan mandi ada beberapa alasan, antara lain: Karena anak sedang asyik dengan kegiatannya lalu enggan menghentikannya. Misalnya sedang menonton TV, bermain dll. Air yang dingin juga bisa membuat anak enggan mandi. Selain itu pengalaman tidak menyenangkan saat mandi seperti pedih terkena shamphoo atau sabun, pernah terpeleset, pernah dihukum di kamar mandi, juga membuat anak memiliki persepsi tidak nyaman dengan kamar mandi. Selain itu anak juga bisa enggan mandi karena takut dengan kamar mandi, bisa karena posisi kamar mandi yang agak jauh, gelap, atau karena anak pernah menonton adegan menakutkan di media dengan setting kamar mandi.

Apa yg sebaiknya dilakukan orang tua?

Orang tua perlu mendengarkan apa yang dirasakan oleh anak dan menemukan penyebabnya, setelah itu memberikan respon sesuai dengan penyebabnya. Misalnya anak malas mandi karena dingin, bisa kita atasi dengan mencampur sedikit air panas ke dalam ember mandi. Untuk menentukan waktu mandi, bisa dibuat kesepakatan dengan anak jam berapa ia akan mandi pagi dan jam berapa ia mandi sore, lalu dilaksanakan dengan konsisten. Buat waktu yang realistis untuk anak mandi, misalnya tidak dibuat di tengah waktu acara TV yang paling disukai anak, karena anak akan cenderung melanggarnya. Waktu mandi bisa dijadwalkan sebelum atau sesudah acara kegemaran anak. Orang tua harus tegas dalam melaksanakan kesepakatan ini. Selain itu orang tua juga perlu memberi contoh untuk disiplin mandi. Bagaimana kita bisa mendidik anak rajin mandi kalau kita malas mandi?

Agar mandi lebih menyenangkan

Agar anak merasa bahwa mandi itu asyik, kita bisa mengajak anak bermain sambil mandi. Beberapa kegiatan yang bisa dicoba:

  • Bermain sambil mandi : gelembung, mengapung dan tenggelam, menakar, menuang,
  • Route yang nyaman dan aman menuju kamar mandi, beri penerangan yang cukup dan jalan yang mudah dilewati atau letakkan kamar mandi di tempat yang terpantau sehingga anak tidak merasa ”sendiri”.
  • Membuat kamar mandi menyenangkan untuk anak dengan aksesoris, hiasan dinding, peralatan mandi yang unik, lucu dan murah misalnya shower dari botol bekas
  • Menggunakan shampo dan sabun yang tidak pedih, atau memakai kacamata renang
  • Bernyanyi atau main games sambi mandi

Selamat mencoba!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KUNJUNGI!30 APRIL - 21 MEI 2021

Sedang berlangsung Pameran Permainan Keluarga oleh siswa-siswi Sekolah Rumah Citta. Pameran (secara daring) digelar dalam rangka mengenang perjuangan Ibu Kartini, sekaligus belajar lagi tentang nilai kesetaraan dan adil gender.