Artikel

Tulisan tentang Sekolah Rumah Citta, ECCD-RC Jogja, dan kegiatan terkait.

Dampak hebohnya video porno

Oleh Herlita Jayadianti (Koordinator Media Kampanye ECCD-RC Jogja) Siapapun pasti miris, prihatin dan sedih melihat berita beberapa minggu belakangan ini terkait beredarnya video porno mirip artis. Dampaknya bagi anak tentu besar sekali bahkan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba). Selama ini, kita orang tua menanggap ancaman paling menakutkan terhadap tumbuh […]

Dampak hebohnya video porno Read More »

Aku sayang kamu…’

Oleh Demitria Budiningrum (Kepala sekolah Lab. Rumah Citta) Apakah orangtua kerap mengucapkan kalimat tersebut? Atau kah selama ini ‘pantang’ mengucapkan kata-kata semacam: I love you, aku sayang kamu, dsb. Entah itu diucapakan kepada suami atau istri, orangtua, atau anak? Sering kita mendengar orang mengatakan: Cinta tidak perlu diungkapkan dengan kata-kata. Benerkah? Mungkin orangtua tidak sungkan

Aku sayang kamu…’ Read More »

Menjadi guru dirumah.

Oleh Hasanah Safriyani Orangtua ingin memilihkan Pendidikan yang terbaik untuk anaknya, sekolah, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau day care yang tepat menjadi solusi yang sering dicari.  Namun kita seringkali lupa, bahwa pada akhirny sebagus apapun taman penitipan anak, tanggungjawab terbesar mengenai pengasuhan anak tetaplah ada pada orangtua. Nah, karena tanggungjawab pengasuhan dan Pendidikan tetap

Menjadi guru dirumah. Read More »

Tanamkan kecintaan membaca

Tanamkan kecintaan membaca Tanya. Yth. Bu Elga Anak saya usianya baru 10 bulan. Saya menemukan banyak sekali kartu bacaa untuk bayi di toko. Baikkah mengajari bayi membaca? Misalnya dengan menggunakan kartu-kartu baca itu? Terimakasih. Bu Indarti (Maguwoharjo) Jawab. Halo Bu Indarti, Menanamkan kecintaan membaca baik untuk dilakukan sejak bayi. Untuk media membaca bayi, saat ini

Tanamkan kecintaan membaca Read More »

Kesukaan anak vs kesukaan orangtua

Bagi sebagian besar orangtua, pasti menyenangkan jika kesukaan atau keinginannya sama dengan kesukaan atau keinginan anaknya. Sayangnya, seringkali yang terjadi adalah sebaliknya. Yang disukai anak, justru dilarang oleh orangtuanya. Sementara yang disukai orangtua, anak setengah mati menghindarinya. Kadang hal iini bisa memunculkan konflik antara orangtua dan anak. Perbedaan kesukaan ini biasanya muncul dalam situasi yang

Kesukaan anak vs kesukaan orangtua Read More »

Mempersiapkan anak nyantri

Oleh Herlita Jayadianti (Koord. Divisi Media Kampanye ECCD-RC) Pendidikan pesantren tidak jauh berbeda dengan Pendidikan pada umumnya, santri yang mondok juga diberi Pendidikan formal, bisa sosialisasi juga, bisa berkegiatan juga layaknya anak-anak lain bahkan ada program keterampilan yang bisa mendorong anak makin kreatif. Bedanya siswa yang bersekolah disini atau disebut juga nyantri dapat Pendidikan kepesantrenan

Mempersiapkan anak nyantri Read More »

Mengajarkan anak menunda keinginan

Oleh Yoza Veronika Edukator Rumah Citta Jogja ‘’Pa, beliiin tas yang ada gambar batmannya itu dong, ayo dong pa, pokoknya aku maunya beli itu, sekarang’’ Didi merengek dan menggandeng tangan papanya memasuki sebuah toko di pusat perbelanjaan paling besar di Jogja. Ketika papanya mengatakan tidak, spontan Didi langsung menjatuhkan dirinya ke lantai dan berguling-guling disana

Mengajarkan anak menunda keinginan Read More »

Pak, bu, aku bantu ya?

Suatu siang Pak Purwo mencuci piring di dapur. Anaknya yang bersia 3 tahun ikut membantu mencuci piring? Boleh jadi yang kita bayangkan adalah akan banyak piring dan gelas yang pecah, air terciprat kemana-mana, sabun cuci cepat habis, dst. Pada lain kesempatan, anak ingin ikut membantu orang tua membersihkan rumah, apa yang biasanya terjadi? Bukannya menjadi

Pak, bu, aku bantu ya? Read More »

Menjadi guru dirumah

Oleh Hasanah Safriyani ECCD-RC Jogja Orang tua ingin memilihkan Pendidikan yang terbaik untuk anak. Disekolah, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), atau day care yang tepat menjadi solusi yang sering dicari. Namun kita seringkali lupa, bahwa pada akhirnya sebagus apapun taman penitipan anak, tanggungjawab terbesar mengenai pengasuhan anak tetaplah ada pada orang tua. Nah, karena tanggungjawab

Menjadi guru dirumah Read More »

Kenapa berebutan sih..?

Anak berebut mainan memang hal yang wajar, lumrah, dan terjadi dimana-mana. Kenapa? Karena anak 2 tahun- 4 tahun masih belum memahami konsep kepemilikan, ini milikku, iyu milikmu. Sifat egosentris mereka sedang berkembang. Semua milikku. Ditambah lagi, anak berpikir secara konkret, belum bisa memikirkan sesuatu hal yang salah atau perbuatan tidak baik. Meski bisa dibilang wajar,

Kenapa berebutan sih..? Read More »